cursor

Jumat, 27 November 2015

TUGAS SOFTSKILL 4IA16 : TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BANK BCA



  • Pendahuluan
Guna untuk mendukung perkembangan Bank BCA dan memberikan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan nasabah, maka dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, Teknologi Informasi BCA menerapkan tiga pilar dasar yaitu :
  1. Melayani lini-lini bisnis termasuk pengembangannya.
  2. Memperkuat infrastruktur TI
  3. Menerapkan tata kelola teknologi informasi
Seperti diketahui bahwa salah satu fasilitas yang diberikan Bank BCA saat ini kepada nasabahnya yaitu memberikan fasilitas jaringan internet dan mobile banking. Dengan diterapkannya fasilitas tersebut sangat membantu nasabah dalam melakukan transaksi dimanapun karena Bank BCA melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti toko-toko property, toko belanja, maupun tempat-tempat umum milik pemerintahan.
Pada tahun 2012, salah satu upaya terpenting di Grup TI adalah pembangunan disaster recovery data center(DRC) di Surabaya dimana sebagian dari pembangunan tersebut fungsinya akan mulai dioperasikan pada pertengahan tahun 2013 dan selanjutnya akan beroperasi penuh pada tahun 2014.
  • Pusat Penyimpanan Data Transaksi
BCA melakukan berbagai penyempurnaan pada teknologi perbankannya, yaitu dengan melakukan perubahan pendekatan BCA yang semula focus pada produk kini menjadi lebih focus pada nasabah dengan memanfaatkan pusat penyimpanan data dalam skala besar. Hal ini dilakukan guna mendukung kebutuhan transaksi perbankan, baik nasabah individu maupun nasabah bisnis. Pusat penyimpanan data yang besar membuat BCA lebih mudah dan memungkinkan BCA untuk mengelola berbagai macam informasi nasabah yang beragam pada waktu tertentu. Sejalan dengan upaya dalam membangun hubungan dengan nasabah dan mempertahankan keunggulan pengembangan teknologi, BCA menyediakan kombinasi solusi yang tepat bagi beragam kebutuhan di samping menyediakan transaksitransaksi dasar perbankan. Oleh karena itu,dibutuhkan data yang akurat baik dari sisi aset dan kewajiban atas neraca nasabah serta kemampuan yang memadai dalam mendukung kebutuhan-kebutuhan dalam bertransaksi. Dari sisi perbankan konsumer, BCA berupaya mengintegrasikan seluruh informasi nasabah dalam satu data warehouse yang tersentralisasi, dimana hal tersebut memungkinkan Bank untuk dapat memahami setiap kebutuhan dan perilaku nasabah secara ‘single-view basis’. Bank terus mengembangkan pendekatan ini melalui protokol Customer Relationship Management (CRM) sehingga Bank dapat menawarkan produk-produk yang terpilih sesuai kebutuhan nasabah.
  • Fleksibilitas dan Keandalan
BCA terus memperoleh manfaat dari implementasi Service-Oriented IT Architecture (SOA). Melalui arsitektur TI ini, BCA dapat memberikan respon yang lebih cepat, khususnya pada layanan perbankan transaksi yang baru. Platform jaringannya tidak hanya melayani perbankan transaksi tetapi mendukung berbagai aplikasi lainnya. Selain itu, BCA pun meningkatkan kapasitas perangkat keras guna mendukung pesatnya pertumbuhan volume transaksi. Kebutuhan untuk menyediakan interface juga semakin penting guna memberikan kepuasan kepada para nasabah. Melakukan upgrade untuk aplikasi mobile banking agar serupa seperti tampilan internet banking dan dapat digunakan di beragam perangkat mobile. Dalam rangka menyediakan layanan yang aman, terpercaya, nyaman, cepat, dan real time, seperti yang diharapkan nasabah, BCA menerapkan sistem komunikasi highbandwidth yang berjalan secara redundant untuk memastikan ketersediaan dan keandalan jaringan antar kantor cabang utama BCA.
  • Keberlangsungan Usaha
Dalam melangsungkan usaha, BCA mengoperasikan dua data center secara mirroring yang dapat dioperasikan secara independen untuk mencegah adanya gangguan pada data center dimana kemampuanya segera diperkuat oleh Disaster Recovery Center (DRC). Sebagian besar konsentrasi Grup TI pada tahun 2012 diarahkan pada pembangunan DRC di Surabaya, dimana kontrak kerjasama DRC di Singapura akan dihentikan ketika DRC Surabaya mulai beroperasi. Maka dari itu, investasi yang besar ini memungkinkan BCA untuk menyediakan layanan yang lebih baik dan memastikan adanya ketersediaan sistem yang stabil. Dalam BCA, setiap karyawan memainkan peranan penting pada rancangan kelangsungan usaha. Setiap karyawan dilatih dalam mempersiapkan perlengkapan dan uji coba scenario untuk meningkatkan pemahaman pentingnya keberlangsungan usaha atas suatu kondisi. Dokumentasi yang terkait dengan keberlangsungan usaha pada BCA sudah tersedia secara online. BCA juga menerbitkan dan mensosialisasikan informasi yang berhubungan dengan kebijakan perusahaan yang harus dipatuhi oleh setiap karyawan BCA.
  • Tata Kelola TI
BCA menjunjung tinggi tata kelola TI untuk memastikan manajemen TI yang baik telah diterapkan serta tetap dapat mempertahankan kualitas sistem kinerja software. Selain itu BCA terus mencari cara untuk memantapkan edisiplinan dalam siklus pengembangan sistem dan produk yang berkualitas sebab biaya perbaikan sistem akan menjadi jauh lebih mahal pada saat produksi telah berjalan.
  • Rencana ke Depan
Pada tahun 2013, salah satu inisiatif penting yang akan dilakukan yaitu peningkatan sistem pusat penyimpanan data transaksi secara berkesinambungan untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus bertumbuh. Dan akan berlanjut hingga tahun 2014. BCA akan terus melengkapi infrastruktur TI yang mencakup sistem, jaringan, dan data center yang diperlukan untuk memberikan layanan yang andal dan aman. Sejalan dengan ketentuan Bank Indonesia, BCA akan menerapkan National Standard for Indonesia Chip Card Specification (NSICCS) yang akan berjalan dalam beberapa tahun ke depan.

TEAM : 
1. Dhejie A. Octavianti ( Dhejiejiedhe.blogspot.com)
2. 
Fitria Puspa Sari (fitriaps1.blogspot.com)
3. 
Hanik Nur Laili (haniknurlaili.wordpress.com)
4. 
Ika Nurjanah (ikanurj.blogspot.com)
5. 
Irma Farhanah (http://farhanah13.blogspot.com/)
6.
Khusnul Khotimah (https://khusnulkhotimah94.wordpress.com)

Selasa, 03 November 2015

TUGAS SOFTSKILL 4IA16 REVIEW JURNAL : Sistem Pelacak Kendaraan Berbasis OpenGTS

Rusnandar, Tedy Setiadi, Wahyu Pujiyono
Program Studi Teknik Informatika
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
leonandar@gmail.com, yywahyup@yahoo.com, tedz68@yahoo.com
Di review oleh :
1. Dhejie A. Octavianti
2. Fitria Puspa Sari
3. 
Hanik Nur Laili
4. 
Ika Nurjanah
5. 
Irma Farhanah
6. 
Khusnul Khotimah
4IA16
ABSTRAKSI
Sistem pelacak kendaraan merupakan implementasi dari sistem informasi berbasis lokasi. Sistem pelacak kendaraan sangat membantu dalam pengawasan dan pengamanan kendaraan dalam suatu perusahaan atau instansi. Dengan sistem pelacak kendaraan OpenGTS akan diimplementasikan sistem pelacak kendaraan pada sebuah isntansi atau industri yang memiliki perangkat pelacak GPS GT60, cakupan wilayah, fungsi sistem, dan manajemen sistem yang lebih khusus. Dari sistem yang diterapkan pada instansi atau industri dapat dikembangkan dalam pembuatan aplikasi dengan data dan sistem yang terintegrasi. Aplikasi yang dikembangkan menggunakan fungsi –fungsi Google Map API V.3 yang lebih difungsikan dalam penyajian pada peta.
REVIEW
Penerapan teknologi berbasis lokasi banyak diterapkan dalam berbagai dunia industri. Dalam keseharian teknologi ini dapat dilihat pada persewaan mobil, jasa tranportasi, jasa pengiriman barang. Dan masih banyak fungsi lain dari teknologi ini. Sistem pelacak kendaraan merupakan salah satu dari teknologi berbasis lokasi. Pasalnya, dalam pemasangan pelacakan kendaraan yang ditawarkan belakangan ini memakan dana yang tidak sedikit. Sehingga diciptakan sebuah sistem pelacakan kendaraan yaitu OpenGTS dengan mengembangkan beberapa aplikasi serupa lainnya salah satunya Sistem Pelacak Kendaraan dengan Teknologi GPS dan GPRS. OpenGTS dirancang dalam bentuk Opensource akan tetapi ada beberapa perangkat yang belum mendukung aplikasi ini.  Sistem Informasi pelacak kendaraan ini difokuskan untuk pada penyedia jasa atau industri. Sistem ini akan dimplementasikan pada perangkat pelacak GPS yang tersedia dipasaran dan dapat diterapkan pada suatu wilayah dan jenis usaha tertentu.
OpenGTS merupakan implementasi dari komponen server dan pengolah data dalam komponen sistem pelacak kendaraan. Pada sistem pelacak kendaraan ini menggunakan beberapa teknologi yaitu OpenGTS, GPRMC, GPS, Googlemap API V3. Sistem informasi ini kemudian di aplikasikan dalam bentuk web yang memiliki fitur-fitur seperti menampilkan informasi data lokasi dalam sajian peta dengan penanda berdasarkan kecepatan kendaraan serta dilengkapi dengan rute kendaraan yang dilalui. Secara teknis pada penelitian ini menggunakan device GPS Portable GT60 sebagai perangkat pelcak GPS dan software OpenGTS menggunakan versi 2.3.9 yang berjalan di sistem operasi Linux. Selain Linux, OpenGTS juga dapat berjalan pada sistem operasi Windows, Freebsd, Openbsd dan OS x. Adapun dalam pengambilan data yang dilakukan guna mendukung Sistem Pelacak Kendaraan Berbasis OpenGTS yaitu survei, observasi, kuesioner dan wawancara. Dari hasil pengambilan data itulah maka akan diperoleh data yang valid dan dapat dijadikan sebagai panduan dalam pembuatan Sistem Pelacak Kendaraan Berbasis OpenGTS.
Penelitian ini pertama kali dilakukan dengan mengambil lokasi di PT. Panji Sekar Yogyakarta, bergerak dalam bidang jasa pengamanan. Penelitian ini dilakukan dengan metode waterfall process modelsebagai desain pengembangan sistem pelacak kendaraan yang diterapkan pada perusahaan. Kemudian perancangan sistem dengan menyesuaikan data yang diperoleh dari analisis data meliputi daerah operasional kendaraan, interval waktu pengiriman data ke server , pemilihan provider layanan seluler sebagai metode pengiriman data dan pemilihan spesifikasi server. Tahap perancangan ini ditentukan sistem OpenGTS sebagai sistem pelacak kendaraan berbasis Open Source. Selanjutnya, implementasi sistem pelacak kendaraan berbasis OpenGTS diinstallasi pada sebuah VPS dengan sistem operasi Linux. Penyajian data lokasi berupa peta digital dengan informasi kendaraan pada setiap titik lokasi meliputi nomer lokasi, waktu, kecepatan. Tahap terakhir pengujian sistem, dengan metode black box test untuk mengetahui fungsisionalitas sistem dan alpha testuntuk melakukan validasi sistem dalam berbagai indikator pengujian.
Selain pengujian data untuk Sistem Pelacakan Kendaraan Berbasis OpenGTS juga dilakukan pengujian provider yang dapat mencakup jarak dan wilayah-wilayah yang nantinya akan dilintasi armada kendaraan. Provider yang diujikan yakni Telkomsel, Indosat, XL dan Axis, akan tetapi yang lulus uji hanyalah Telkomsel, Indosat dan XL. Disisi lain, adapula beberapa perangkat yang terkait didalamnya diantaranya GPRMC, GPS, Perangkat Pelacak GPS HT60 dan Googlemap API V3. Dalam web OpenGTS dilengkapi pula dengan fitur mirip Googlemap.
Hasil dari pengujian yang dengan mengambil lokasi di PT. Panji Sekar Yogyakarta, didapatkan 4 tahapan-tahapan yang meliputi hardware maupun software, yakni :
  1. Analisis Kebutuhan Sistem
Menerapkan metode pengumpulan data yang hasilnya diperoleh rumusan sistem yang akan diterapkan meliputi wilayah, pemilihan provider, dan administrasi user. Wilayah yang diterapkan pada subjek penelitian terdapat empat batas wilayah. Batas barat diperoleh lokasi terjauh kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Batas Utara diperoleh lokasi terjauh kabupaten Magelang Jawa Tengah. Batas Timur kabupaten Klaten, Jawa Tengah dan Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Dan batas selatan adalah sepanjang pantai selatan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul.
  1. Installasi
Sistem pelacak kendaraan berbasis OpenGTS diinstallasi pada sebuahVPS server.VPS server yang digunakan menggunakan vps dari Fastacenter (http://http://fastacenter.com/) dengan tipe Largetersebut terhubung dengan internet dan memiliki spesifikasi hardware yang digunakan untuk sistem pengujian.
  1. Konfigurasi
Pada langkah konfigurasi sistem pelacak kendaraan berbasis OpenGTS dilakukan beberapa alur yaitu :
     2
Pada perangkat pelacak GPS konfigurasi harus dapat dipastikan memperoleh lokasi dari satelit GPS. Berikut cara untuk membandingkan keakuratan data lokasi.
3
Setelah data lokasi telah diterima oleh perangkat pelacak GPS, maka sistem perlu di konfigurasi agar dapat dikirimkan ke server melalui teknologi GPRS. Parameter yang perlu dikonfigurasi pada perangkat pelacak GPS meliputi GPRS ID, IP Server (IP VPS), Port Server, dan interval waktu pengiriman data.
Karena OpenGTS belum mendukung penuh perangakat pelacak GT60, maka diperlukan konfigurasi pada komponen Device Communication Server (DCS). File yang perlu dimodifikasi pada fileTrack Client Packet Handler.javaBagian penting yang dilakukan modifikasi adalah pada fungsi pembacaan raw data dari data yang diterima pada bagian device communication server pada sistem opengts.
4    4.Pengembangan
Dari sistem OpenGTS yang sudah terinstallasi dikembangkan sistem yang digunakan dalam manajemen perusahaan. Sistem yang dikembangkan dengan memanfaatkan fungsi eksport data dari modul event.war dari sistem OpenGTS seperti terlihat pada gambar berikut ini :
5
Data yang diperoleh kemudian ditampilkan kembali dalam penyajian peta digital dengan ditambahkan fungsi DirectionRoute dan TravelMode mode Driving dari Google Maps API v3. Selain itu untuk marker pada tampilan peta digital dibedakan berdasarkan kecepatan kendaraan. Selain itu informasi yang dapat diperoleh dari pada setiap titik pada marker tersebut meliputi, kecepatan kendaraan, waktu , dan urutan titik kendaraan, dan funsgi DirectionRouteseperti.
KESIMPULAN :
Penguji telah berhasil membuat Sistem Pelacakan Kendaraan Berbasis OpenGTS dengan penyajian data lokasi berupa peta digital (Geozone) dengan informasi kendaraan pada setiap titik lokasi meliputi nomer lokasi, waktu, kecepatan yang disajikan dalam bentuk website. Sistem pelacakan ini memanfaatkam perangkat GT60 dan aplikasi ini masih tergolong sangat sederhana dan dalam penerapan fungsiDirectionRoute dan TravellingMode dari Google Map API V.3. Sistem OpenGTS pun telah mendukung Google Map API V.3.
TEAM : 
1. Dhejie A. Octavianti ( Dhejiejiedhe.blogspot.com)
2.
Fitria Puspa Sari (fitriaps1.blogspot.com)
3.
Hanik Nur Laili (haniknurlaili.wordpress.com)
4.
Ika Nurjanah (ikanurj.blogspot.com)
5.
Irma Farhanah (http://farhanah13.blogspot.com/)
6.
Khusnul Khotimah (https://khusnulkhotimah94.wordpress.com)

Kamis, 16 April 2015

Analisis Jurnal (Tugas Softskill 2)

JURNAL 1
Jurnal SCRIPT Vol. 1 No. 1 Desember 2013 ISSN:2338-6304

I.  Judul & Penulis
       
    - Judul : Aplikasi Mobile Game Edukasi Matematika Berbasis Android Aplication Of Education                      Mobile Games For Math Based On Android
    - Penulis : Yunis Aprilianti, Uning Lestari, dan Catur Iswahyudi.


II. Abstrak

    Saat ini permainan tidak hanya digunakan untuk menghibur tapi juga digunakan sebagai media yang memberi pelajaran.  Permainan yang dikembangkan merupakan permainan matematika yang berisi materi dari kelas VI Sekolah Dasar, memiliki 3 level yang dapat dipilih oleh pemain dan juga materi yang dapat diakses oleh pemain sebelum memulai game. Perancangan game menggunakan accelerometer pada sistem operasi android yang diintegerasikan dengan Physics Engine Library Box2D. Selain itu, permainan ini dibangun dengan menggunakan Framework dari Libgdx, bahasa pemrograman java, alat bantu CorelDraw X5, dan Adobe Photoshop. Perancangan dan pembuatan permainan ini bertujuan untuk menarik minat anak-anak yang berusia setingkat siswa kelas VI Sekolah Dasar dalam belajar matematika.


III.  Latar Belakang

    Latar belakang dari penelitian ini adalah mengimplementasikan teknik desain game dalam pembuatan game mobile sederhana. Kemudian membuat sebuah permainan mobile bertemakan edukasi dalam perangkat Android dengan topik pembelajaran matematika kelas VI sekolah dasar. Permainan dapat menghibur sekaligus memberikan pengetahuan dan kemampuan tentang matematika. Sehingga membuat proses belajar yang menarik dan tidak membosankan.


IV.  Metodologi
   
   Metode yang digunakan adalah metode waterfall, yakni adalah suatu proses pengembangan perangkat lunak berurutan, di mana kemajuan dipandang sebagai terus mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi (konstruksi), dan pengujian.


V.  Teknik Yang Digunakan

    Perancangan game ini menggunakan accelerometer pada sistem operasi android yang diintegerasikan dengan Physics Engine Library Box2D. Selain itu, permainan ini dibangun dengan menggunakan Framework dari Libgdx dengan bahasa pemrograman java dan juga alat bantu CorelDraw X5, dan Adobe Photoshop.


VI.  Aplikasi Yang Dibuat

    Membuat sebuah permainan mobil bertemakan edukasi dalam perangkat Android dengan topik pembelajaran matematika kelas VI sekolah dasar. Permainan dapat menghibur sekaligus memberikan pengetahuan dan kemampuan tentang matematika. Sehingga membuat proses belajar yang menarik dan tidak membosankan.


VII.  Kelebihan & Kekurangan

         Kelebihan :  + Permainan memiliki tampilan yang baik.
                           + Keterangan tampilan setiap tombol mudah dimengerti oleh pemain.                                            + Permainan cukup sesuai dengan materi yang dipelajari oleh siswa kelas VI Sekolah                              Dasar.
         Kekurangan : - Kurangnya variasi soal dan gambar sehingga pemain mengalami kebosanan.
                             - Tidak adanya alat bantu untuk pause dan resume permainan.



                               
          


JURNAL 2
JURNAL SISTEM KOMPUTER - Vol.1 No.1 Tahun 2011, ISSN: 2087-4685

I.  Judul & Penulis
       
    - Judul : Perancangan Game Edukasi “Fish Identity” Dengan Menggunakan JavaTM
    - Penulis : Kurniawan Teguh Martono


II. Abstrak

    Salah satu permainan saat ini yang sering dikupas adalah game edukasi.  "Fish Identity" salah satu game edukasi yang dikembangkan.  Permainan ini adalah untuk memperkenalkan jenis ikan kepada siswa.  Siswa dengan menggunakan game edukasi ini diharapkan akan baik dalam jenis akrab spesies ikan yang ada. Tes untuk ini game dengan menggunakan pengujian kotak hitam, ditujukan untuk mendapatkan fungsi game ini yang meliputi tombol navigator fungsi, tujuan, fungsi pancing. Hasil pengujian ini berfungsi dengan baik.


III.  Latar Belakang

   Latar belakang jurnal ini dikarenakan banyaknya orang yang memainkan game maka pengembangan game (game development) mulai mengarah ke dalam industri game edukasi. Hal ini dimaksudkan selain mendapatkan hiburan dalam bermain game, pemain juga mendapatkan nilai tambah yaitu pengetahuan.  Salah satu game yang akan dikembangkan adalah mengenai pengenalan identitas spesies ikan. Game ini diberi judul “Fish Identity”.


IV.  Metodologi
   
      Metode pengujian yang digunakan adalah black-box testing. Metode pengujian ini dimaksudkan untuk melihat unjuk kerja di fungsi-fungsi dasar dari game seperti tombol, keyboard dan obyek yang ada dalam game.


V.  Teknik Yang Digunakan

    Perancangan pemrograman dalam game ini memakai bahasa Java, dengan menggunakan
konsep Object Oriented Programming.


VI.  Aplikasi Yang Dibuat

    Membuat sebuah permainan mengenai pengenalan identitas spesies ikan. Game ini diberi judul “Fish Identity”.


VII.  Kelebihan & Kekurangan

         Kelebihan :  + Permainan memiliki tampilan yang baik.
                           + Keterangan tampilan setiap tombol mudah dimengerti oleh pemain dan berfungsi                                dengan baik.
                           + Terdapat spesifikasi komputer pada saat running testing.
        Kekurangan : - Kurangnya level ( hanya terdapat 4 level) yang tersedia pada game sehingga                                       pemain mengalami kebosanan.
                            - Tidak adanya alat bantu untuk pause dan resume permainan.


Tabel Perbandingan




Kamis, 02 April 2015

Realisme Grafik Komputer 2

Nama Kelompok:
1.      Dhejie Ashriani O. (51412986)
2.      Fitria Puspa Sari (53412014)
3.      Irma Farhanah (53412804)

Kelas: 3IA16


Lighting dan Bayangan



Objek pada gambar: tempat tidur, lemari, meja, rak buku, tv, lukisan, dan lampu
Jumlah lampu yang dipakai: 2 lampu
Jenis lampu yang digunakan: Spotlight dan Point
Keterangan pencahayaan:

Suatu ruangan kamar tidur diterangi menggunakan 2 buah pencahayaan, kedua cahaya ini memiliki energi dan jarak yang berbeda. Pertama cahaya yang digunakan adalah point lights yang merupakan tipe pencahayaan yang menyebar dari satu titik ke segala arah. Sedangkan cahaya yang kedua berasal dari spotlights yang memancarkan cahaya ke daerah tertentu dalam bentuk kerucut.




Seperti gambar diatas, posisi dari lampu point lights tepat berada diatas ruangan dengan energy 1 dan distance 30 dengan menggunakan tipe bayangan ray shadow.. Hal ini menyebabkan lampu yang menyinari kamar terlihat redup karena intensitas cahaya yang diterima objek bergantung dari posisi sumber cahaya.


Gambar diatas menunjukan posisi dari spotlights yang digunakan didalam objek lampu tidur dengan menggunakan energy 5 dan distance 10 dan menggunakan buffer shadow untuk tipe bayangannya. Spotlights terletak pada puncak kerucut, hanya objek-objek yang terletak pada daerah kerucut tersebut yang akan tampak. Pencahayaan ini menyebabkan sinar terfokus pada objek lampu tidur, sementara objek-objek yang disekitarnya mendapatkan intensitas cahaya yang lebih kecil sehingga hanya terlihat bayangannya.